Tertipu Teman FB

Biasanya  yang ditipu adalah pembeli, tapi ini kali ini penjual barang ditipu oleh pembeli. tragisnya hal ini dialami oleh saya yang sudah malang melintang  5 tahun di dunia maya ( ternyata bukan jaminan )

Saya suka membaca keluhan temen2 yang tertipu online di fb maupun di milis, biasanya karena mereka ingin belanja produk, sudah transfer, tapi barang pesanan tidak dikirim-kirim juga, yang jual barang tiba-tiba tidak bisa dikontak sama sekali.

Tapi kali ini justru saya sebagai yang dagang tertipu pembeli, walah kok bisa?.

Biasanya prinsip saya adalah 'ada uang, ada barang' pembeli harus transfer dulu baru barang dikirim, alhamdulillah biasanya lancar-lancar saja, namun tidak untuk kali ini.

Bulan Oktober 2010 sipenipu mengkontak saya via fb( pertemanan sudah terjadi beberapa bulan sebelumnya) dan dia telepon untuk membeli barang dan ingin bertemu untuk penjelasan produk, saya penuhi permintaannya dan bertemu di suatu tempat sambil membawa barang pesanan.

Istri saya yang menjelaskan barang, saya asyik main fb sambil sesekali secara diam-diam mengabadikan si penipu dengan memotret pake kamera digital yang memang setia menemani.

Singkat cerita istri saya serahkan barangnya karena dia didepan saya dan istri sudah transfer via M-bangking ( sambil memperlihatkan HP-nya ), saya sih percaya saja.

Namun ternyata setelah di cek di Internet Banking, tak ada sama sekali transferan, saya kaget dan merasa tertipu sebesar Rp 10 juta, saya berusaha kontak si-penipu sambil mengancam akan melaporkan kepolisi karena gambar dia ada di kamera saya, dalam 3 hari akhirnya barang kembali 90% ditempat transaksi, alhamdulillahh...

Catatan:

* Mengabadikan momen secara diam2 via kamera digital ternyata bermanfaat.
* Kalau Pembeli Transfer Via M-bangking kita mesti lihat mutasi perubahan di rekening kita juga.

6 Responses to "Tertipu Teman FB"

  1. wah...mmg prinsip kehati hatian perlu selalu kita terapkan dalam situasi apapun...buat pelajaran nih bagi yang lain..oke pa cheri..

    ReplyDelete
  2. semoga Allah menngantinya dengan yang lebih banyak

    ReplyDelete
  3. Membacanya terlalu sulit karena latar belakang yang tidak sinkron dengan warna teksnya. Akan tetapi, tertipu adalah keniscayaan. Tinggal kita bagaimana menghadapinya ... ^_^

    ReplyDelete
  4. @ Bang Aswi, terima kasih komennya, nanti sy utak utik lagi desain blognya :-)

    ReplyDelete

Terima kasih bila anda memberikan komentar, semoga saya bisa cepat respon.