Mobile Combat Covid-19 Mulai Disosialisasikan

Mobile Combat Covid-19 Mulai Disosialisasikan

mobile combat covid 19 pcr test swab

mobile combat covid 19 pcr test swab

Sepintas Penampakan Mobile Combat Covid-19 mirip ambulance, inilah mobil yang tempo hari sempat viral di surabaya karena bu Risma

Mobile Combat ini pada tampilan depan, terdapat tulisan Mobile Combat Covid-19 dan Turn Back Corona. Tampak juga pada bagian samping dan belakang ini ada stiker bertuliskan Fast Lab, yang diartikan sebagai laboratorium cepat.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPPCOVID-19

Ketua GTPP Covid-19 Tulungagung Maryoto Bhirowo mengatakan, Mobile Combat ini merupakan bantuan dari BNPB yang berkeliling di Jawa Timur (Jatim). Rencananya, Mobile Combat ini akan melakukan swab kepada warga Tulungagung sebanyak 200 orang.


Maryoto melanjutkan, dengan adanya Mobile Combat ini diharapkan bisa memberikan kemudahan dan percepatan dalam penanganan medis. Artinya, pasien akan cepat diketahui apakah ia positif atau negatif Covid-19.

Maryoto menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya mengucapkan terimakasih kepada GTPP pusat yang memberikan bantuan ini. Tulungagung yang masuk zona merah serta RSUD dr Iskak yang menjadi rumah sakit rujukan beberapa kabupaten/kota sangat terbantu dengan Mobile Combat ini.

Mobile Combat tersebut bisa melakukan swap sebanyak 8 pasien secara bersamaan. Dimana, sekali proses membutuhkan waktu 40 menit.

“Didalam ada 4 unit PCR, jadi sekali tes langsung bisa 8 pasien,” terangnya.

Alfarizi menjelaskan, cara kerja Mobile Combat ini yakni pasien dilakukan swab melalui hidung hingga ke tenggorokan. Kemudian, hasilnya dimasukkan ke dalam katub bufferee, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat ekstraksi dengan menambahkan beberapa cairan. Setelah itu, chip akan bekerja untuk memastikan hasilnya positif atau negatif.

“Akurasi Mobile Combat ini mencapai 99 persen,” tukasnya. 

informasi terkait Mobile Cobat Covid 19 ini bisa hubungi 
WA +62 878-9964-1375

##MobileCombatCovid19

Dilansir dari tim Media Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mengoptimalkan mobil lab ini ditujukan untuk mendukung laboratorium yang sudah bekerja selama ini. Ketua GTPPC19 Doni Monardo melakukan inspeksi kendaraan dengan tipe minibus sebelum pemberangkatan.

“Sesuai dengan perintah Presiden untuk melakukan testing yang massif, kebetulan di Surabaya Jawa Timur ada salah satu laboratorium mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan pemeriksaan,” ujar Doni seperti dilihat dalam siaran langsung melalui akun Youtube BNPB .

Memang diakui bahwa saat ini Jawa Timur memiliki angka penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Namun, menurut ketua GTPPC19 Doni Monardo, peningkatan ini tidak terlepas dari Upaya Pemerintah Daerah yang melakukan pemeriksaan.


Swab Test di Universitas Airlangga (Dok. Fastlab.id)

Menurut Doni, pemerintah bakal berupaya untuk melakukan penambahan Kembali tiga unit lab di wilayah jatim.

Fastlab Mobile Combat ini didukung dengan 4 PCR yang akan dengan cepat untuk mendeteksi positif atau tidak negatifnya seseorang. Selain itu fastlab Mobile Combat ini juga menggunakan berbagai teknologi yang memberikan kemudahan untuk memetakan wilayah-wilayah penyebaran covid-19.


Hal ini dikarenakan hasil data pasien bisa langsung di telusuri, baik keluarganya, rekan kerjanya, atau lingkungan yang paling terdekat dari pasien tersebut. ke akurasian data ini lah yang mampu mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19

Diharapkan dengan hadirnya Mobile Fastlab Combat bisa membantu pemerintah dalam menangani penyebaran Virus Covid-19.


“Turn Back Corona”

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC19) mengirimkan Mobile Combat COVID-19 untuk mendukung pengujian sampel di lapangan dengan pendekatan PCR atau polymerase chain reaction. GTPPC19 menempatkan dua kendaraan tersebut di Provinsi Jawa Timur.
#BersatuLawanCovid19



Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus  Corona atau Covid-19


Rapid Test Corona Tak Sama dengan Pemeriksaan Swab, 

IKOMPAS.com - Pemeriksaan virus corona menggunakan rapid test sudah mulai dijalankan di Indonesia. Banyak orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini dilakukan untuk mendeteksi virus, hanya saja lebih cepat dan praktis. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat. Rapid test dan pemeriksaan swab adalah pemeriksaan yang berbeda. Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. 

Sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan. Perbedaan rapid tes corona dan pemeriksaan swab tenggorokan Ratusan ribu alat rapid test corona sudah masuk Indonesia. Alat ini, nantinya akan digunakan sebagai sarana deteksi awal infeksi virus corona yang semakin meluas. Tes ini berbeda dari pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung yang selama ini digunakan untuk menentukan diagnosis Covid-19. 

Apa bedanya? 

1. Jenis sampel yang diambil Pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, dilakukan menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. 

2. Cara kerja Rapid test memeriksa virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Apa itu? IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jadi, jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah. Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh.

 Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi Covid-19. Maka dari itu, orang dengan hasil rapid testnya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung. 

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang. 

3. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar. Sementara itu, pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu 1 jam, apabila kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel, sudah penuh. Sehingga, sampel yang masuk harus antre lama untuk bisa diperiksa. 

4. Kelebihan dan kekurangan rapid test Salah satu kelebihan pemeriksaan rapid test adalah tes ini cepat dan mudah untuk dilakukan. Cara ini juga bisa menjadi alternatif skrining cepat untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan. Kekurangannya, hasil dari tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19. Pasien yang positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab. 

Sementara itu pasien yang negatif, idealnya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian. Jika tidak memungkinkan untuk mengulang, maka harus tetap isolasi di rumah selama 14 hari. Mengapa begitu? Karena IgG dan IgM, yaitu antibodi yang diperiksa melalui rapid test, tidak langsung terbentuk begitu Anda terinfeksi. Dibutuhkan waktu kurang lebih 7 hari hingga antibodi tersebut terbentuk. 

Jadi, kalau Anda menjalani pemeriksaan rapid test hari ini padahal baru terpapar virus corona kemarin, maka kemungkinan besar, hasilnya akan negatif. Inilah yang dinamakan dengan false negative atau negatif palsu. Begitupun saat hasil rapid testnya positif, bisa saja ternyata false positive atau positif palsu. Sebab, IgG dan IgM akan terbentuk setiap infeksi terjadi dan bukan hanya akibat infeksi Covid-19. 

Jadi, jika rapid test menunjukkan hasil positif, kemungkinannya ada dua, yaitu Anda benar terinfeksi Covid-19 atau terinfeksi virus lain, seperti demam berdarah, misalnya. 


5. Kelebihan dan kekurangan pemeriksaan swab dan PCR Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus  Corona atau Covid-19


Ini Cara Kerjanya Lebih lengkap tentang PCR test untuk pemeriksaan virus corona PCR adalah sebuah metode pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona. Sementara itu, pemeriksaan swab adalah cara untuk mendapatkan sampel yang akan digunakan dalam metode PCR. 

Jadi dalam pemeriksaan corona, pemeriksaan swab dan PCR merupakan satu kesatuan. Bagaimana pemeriksaan swab dilakukan? Berikut ini tahapannya. 

Pasien akan diminta untuk duduk di kursi. Lalu, tenaga kesehatan akan sedikit mendorong kepala pasien ke arah atas dan memasukkan alat yang berbentuk seperti cotton bud, tapi dengan ukuran yang jauh lebih panjang, ke dalam lubang hidung. 

Alat itu akan dimasukkan hingga mentok ke bagian belakang hidung. Lalu, teknik swab dilakukanlah untuk menyapukan alat tersebut ke area belakang hidung. Alat tersebut memiliki bagian ujung yang dapat menyerap cairan atau lendir yang terdapat di area tersebut. Alat akan berada di dalam area tersebut selama beberapa detik agar cairan bisa terserap sempurna. 

Setelah selesai, alat swab langsung akan dimasukkan ke tabung khusus dan ditutup. Lalu, tabung tersebut akan dimasukkan ke dalam wadah khusus dan selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan teknik PCR. 

Jika swab di hidung tidak memungkinkan, maka swab juga bisa dilakukan melalui tenggorokan. Setelah proses pengambilan sampel dengan teknik swab selesai, maka saatnya sampel tersebut diperiksa dengan teknik PCR. 

Jadi, PCR intinya adalah pemeriksaan untuk mencocokkan DNA atau RNA yang dipunyai virus. Ibaratnya seperti tes DNA, tapi untuk virus. Dengan teknik PCR, DNA atau RNA yang ada pada sampel dari swab tadi akan direplikasi atau digandakan sebanyak mungkin. Lalu setelah digandakan, DNA atau RNA dari sampel tersebut akan dicocokkan dengan susunan DNA SARS-COV2 yang sebelumnya sudah ada. Jika ternyata cocok, maka DNA yang ada di sampel tersebut adalah benar DNA SARS COV-2. Artinya, orang tersebut positif terinfeksi Covid-19. Sebaliknya, jika ternyata tidak cocok, tandanya orang tersebut negatif terinfeksi Covid-19. 

Jadi, sudah terlihat cukup jelas bukan perbedaan antara rapid test dengan pemeriksaan swab? Sehingga, jangan sampai Anda kemudian salah mengira dan ingin melakukan rapid test secara mandiri. Sebaiknya, ikuti pemeriksaan menggunakan rapid test yang disediakan oleh pemerintah maupun fasilitas kesehatan tepercaya, agar alur pemeriksaannya bisa jelas dan terdata dengan baik. Sehingga, Anda tidak akan kesulitan masuk antrean pemeriksaan, jika memang perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan swab.


Personal Test

Yakinkan diri Anda bahwa Anda bukan bagian dari yang menularkan Covid19. Hubungi kami untuk melakukan pengetesan.

Group Test

Lindungi keluarga, teman, dan lingkungan Anda dan pastikan area sekitar aman dari Covid19. Daftar test segera.

Corporate Test
Saat ini menjadi saat yang sulit bagi sebuah perusahaan, lindungan karyawan, dan bisnis Anda dan pastikan bahwa semuanya aman.



Cepat& Akurat
40 Menit menjadi kunggulan kami dengan tingkat keakurasian hasil sampel yang terbaik dibanding PCR sejenis.

Bila ingin test Covid-19 atau Test Corona Metode SWAB/PCR Bisa Hubungi Kami

WA +62 878-9964-1375




Bila ingin test Covid-19 atau Test Corona Metode SWAB/PCR Bisa Hubungi Kami  WA +62 878-9964-1375


0 Response to "Mobile Combat Covid-19 Mulai Disosialisasikan"

Post a Comment

Terima kasih bila anda memberikan komentar, semoga saya bisa cepat respon.